Senin, 06 Juli 2009

Pendalaman PAI di Madrasah

BAB I

PENDAHULUAN

Pendalaman PAI di Madrasah adalah mata kuliah yang mencoba untuk membahas dan mendalami materi yang disampaikan pada tingkat madrasah, akan tetapi pendalaman yang dilakukan hanya sebatas memahami kurikulum materi apa saja yang akan disampiakan pada tingkat pendidikan.

Oleh karena itu harus dilakukan Penelitian secara langsung pada sekolah-sekolah tertentu agar mengetahui metode, kendala dan solusi yang dilakukan tiap sekolah untuk mengantisipasi bagi siswa yang belum menguasai materi yang disampaikan.

Kami sebagai penyusun mencoba melakukan penelitian di SMPN 18 BANDUNG. Penelitian yang kami lakukan yaitu dengan mewawancara bapak guru mata pelajaran PAI yang bersangkutan yaitu Bapak Drs.Lili, yang dipertanyakan meliputi pembahasan mengenai materi-materi PAI (kurikulum), metode, penilaian keberhasilan, kendala dan solusi yang digunakan untuk menghadapi siswa yang belum mampu mengusai materi.

Kami menyadari bahwa dalam pembuatan laporan berbentuk makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu apabila ada kritikan dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk pembuatan makalah selanjutnya yang lebih baik. Terutama dari bapak dosen yang bersangkutan dan dari shabat-sahabat sekalian yang ikut membaca isi makalah ini.

BAB II

PEMBAHASAN

Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah pelajaran yang memuat pembahasan berkaitan dengan agama, dengan harapan setelah mempelajari agama ini, tidak hanya paham akan materi yang disampaikan akan tetapi mampu juga mengamalkan dalam kehidupan sehari-harinya, serta dapat mendekatkan diri pada yang maha pencipta, memiliki ahlak yang mulia dalam bergaul dengan sahabat, orangtua, lingkungan dan negaranya.

Sering kita perhatikan tidak sedikit seorang guru yang menilai keberhasilan dalam menguasai materinya hanya sebatas pemahaman tulisan, dengan harapan memperoleh nilai yang besar saat uji test tulisannya, meskipun pada pengamalannya nol besar. Seharusnya yang menjadi patokan dalam penilaian materi PAI itu tidak hanya segi kognitif saja, tetapi juga afektif dan psikomotor atau pengamalan juga. Sehingga disaat siswa mampu menguasai materi dari pemahaman sedangkan pengamalannya tidak ada itu jadi pertimbangan seorang guru dalam memberikan penilaian.

Materi PAI ditingkat SMP ini diberikan meliputi semua aspek pelajaran yang berkaitan dengan akidah, ahlak, fiqih, al-quran hadis, sejarah kebudayaan islam, yang kalau di Madrasah Tsanawiyah mata pelajaran tersebut merupakan pelajaran khusus yang dipelajari secara terpisah.

SMPN 18 Bandung yang kami teliti mengenai mata pelajaran PAI meliputi kurikulum atau materi apa yang diajarkan dari kelas satu hingga kelas tiga, metode, tingkat keberhasilan, media dan kendala serta solusi dalam memberikan materi .

Berikut ini silabus atau program tahunan materi pelajaran PAI yang diberikan:

PROGRAM TAHUNAN

MATA PELAJARAN

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

KELAS \ PROGRAM

9\SMP

SEMESTER

POKOK BAHASAN

ALOKASI WAKTU

1

1.AL-Quran surat at-tin

2.Al-hadist tentang menunutut ilmu

3.Iman kepada hari akhir

4.Perilaku terpuji\akhlaq

5.Penyembelihan hewan

6.Ibadah haji dan umrah

7.Perkembangan islam di nusantara

1.Al-Quran surat Al-insyirah

2.Al hadist tentang kebersihan

3.Iman kepada Qodo dan Qodar

B. METODE

Menurut Bapak Drs.Lili sebagai pengajar mata pelajaran di SMPN 18, merasa kesulitan disaat perubahan kurikulum yang secara terus menerus berubah padahal menurut bapak “penggunaan kurikulum yang kemarin pun belum maksimal dilaksanakan sepenuhnya, bahkan untuk kurikulum yang sekarang KTSP, bapak masih menggunakan metode yang kemarin saja, apalagi untuk buku pelajaran yang diberikan pada siswa saat ini masih menggunakan buku KBK yang sama bukan KTSP, karena setelah diperhatikan ternyata materi yang diberikan muatannya sama hanya yang menjadi perbedaan adalah dalam tujuan pembelajaran meliputi kognitif, afektif dan psikomotor yang ditekan pada siswanya. Metode yang biasa bapak gunakan adalah ceramah, tanya jawab, bahkan terkadang anak- anak berdiskusi untuk menganalisa suatu materi”.

C. MEDIA

Dalam Penggunaan media pelajaran PAI kami baru menyampaikan materi yang berkaitan dari segi muamalah dan qurban saja, dan akan berlanjut untuk menggunakan media dalam pembelajaran, sebab secara tidak langsung dapat membantu meningkatkan pencapaian pembelajajaran, sebagai mana kita ketahui bahwa saat ini keberadaan media informasi seolah-olah sudah menjadi santapan sehari-hari rasanya. Artinya ada sebuah harapan dengan alat bantu media tersebut dapat mempermudah penyampaian materi dalam proses belajar-mengajar, dengan memadukan dua potensi audio dan visual sekaligus dan secara langsung dalam hal ini juga membutuhkan ketelitian dan kecermatan.

D. KEBERHASILAN DAN PENILAIAN

Sebenarnya yang menjadi penilaian keberhasilan kami sebagai pengajar PAI adalah kemampuan pemahaman siswa terhadap suatu materi yang disampaikan. Kami memberikan penilaian dengan adanya uji test tulis atau lisan.

Pada saat ini kami sebagai pengajar memberikan penilaian keberhasilan itu hanya dari segi kognitifnya saja, akan tetapi kami tetap memberikan penilaian khusus bagi siswa yang dari segi afektif dan psikomotornya berbeda. Seperti siswa yang memakai jilbab, siswa yang aktif dalam kegiatan kerohanian atau remaja masjid, perilaku sehari-hari dalam bergaul dengan teman, orang tua, lingkungan dan sebagainya.

KENDALA DAN SOLUSI

Kendala yang paling utama sebagai pengajar PAI adalah karena tidak adanya pendidikan dan pengajaran yang berkelanjutan dirumahnya, sebagaimana kita ketahui pengajaran PAI di sekolah hanya 2 jam dalam seminggu dan ini menjadi kendala untuk sebagian siswa yang belum bisa menguasai materi yang disampaikan.

Selain itu juga bagi siswa yang memiliki agama yang berbeda ini juga menjadi kendala bagi pengajar sendiri karena untuk memberikan penilaian kami terkadang kebingungan untuk menilai siswa tersebut sebab harus meminta kepada pendeta, dulu sekolah kami ini akan mendatangkan seorang pendeta khusus mengajar siswa–siswa yang memiliki agama tersebut akan tetapi karena kurang dari 40 orang siswa, pengajar dari mereka itu enggan untuk mengajar datang kesekolah akan tetapi hanya secara individual saja datang kepengajar tersebut.

Oleh karena itu dengan adanya kerohanian pada hari jumat secara tidak langsung ini menjadi solusi dalam memberikan pelatihan bagi siswa yang belum mapu membaca al-quran dengan baik, selain itu juga dengan adanya tambahan tausiyah mingguan yang ini diharapkan dapat menuntun perilaku dalam kehidupan amaliyah sehari-harinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar